Thingy things / WANDERLUST

[explore BDG] Bandung Utara

Bandung Utara, bisa dimulai dari Dago atau Setiabudi. Dari Dago Atas, Anda dapat mencapai Taman Hutan Ir. H. Djuanda. Dari Setiabudi, Anda dapat mencapai Lembang. Ada angkot Cicaheum-Ledeng jika Anda ingin ke arah Setiabudi dan angkot Kalapa-Dago jika Anda ingin mengarah ke Dago Atas. Tidak seperti Bandung Selatan yang sangat luas wilayah wisata alamnya, Bandung Utara lebih kecil wilayahnya, dengan pemandangan yang berbeda pula. Bandung Utara merupakan bagian dari Kabupaten Bandung dan terdiri dari deretan gunung dengan kawasan wisata utamanya, yaitu Gunung Tangkuban Perahu.

Kota Bandung sendiri sebenarnya terletak di sebuah cekungan, dulunya adalah Danau Purba, yang dikelilingi oleh gunung-gunung, dari Utara-Selatan dan Timur-Barat semuanya merupakan jejeran gunung, sehingga Kota Bandung memiliki sejuta pesona dari tanah tingginya. Kota Bandung juga satu-satunya ibu kota prvinsi yang letaknya di dataran tinggi. Karena jika Anda mengingat satu-persatu ibu kota provinsi-provinsi lain, hampir semuanya memiliki cikal bakal dekat dengan pelabuhan, karena Nusantara merupakan jalur sutera rempah-rempah di masa lampau.

Tengah Kota Bandung kini sudah panas, namun sepanas-panasnya cuaca di Bandung tidak akan membuat Anda kegerahan seperti di kota besar lainnnya. Ketika musim hujan, hujan dapat dimulai dari siang hari sampai malam hari tanpa berhenti, bahkan pentir-pentir tak berhenti menyambar. Ketika musim liburan datang, jalanan besar Bandung Utara seringkali diterapkan sistem one-way, karena arus lalu-lintas yang sangat padat dan sebagian besar pendatangnya adalah kendaraan dengan plat nomor B alias Jakarta dan sekitarnya.

Saya pun termasuk pendatang di kota Parisnya Jawa ini. Satu setengah tahun saya sudah tinggal di sini untuk menimba ilmu di bidang arsitektur. Namun Bandung tak ada habis pesonanya. Sebelumnya saya pernah membuat posting tentang Heritage di Kota Bandung, itu adalah perjalanan saya mengelilingi tengah Kota Bandung yang banyak memiliki peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Kini saya akan memandu Anda untuk membuat list perjalanan wisata alam di kawasan Bandung Utara.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

Hutan ini merupakan kawasan cagar alam dengan wilayah yang sangat luas. Jika Anda menyukai trekking gunung dengan medan yang tidak terlalu berat (kadang-kadang menanjak, banyak juga yang datar) karena jalanan sudah dibuka dengan paving-block, Hutan ini cocok bagi Anda. Harus berhati-hati juga ya, karena jalannya ada yang berlumut. Ada monyet-monyet kecil juga, jadi ketika bertemu jangan membawa barang-barang yang berkilau ya, atau akan habis diambil.

Di kawasan hutan raya ini terdapat beberapa curug dengan tujuan trekking yang tidak searah, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup banyak jika Anda ingin mendatangi semua. Saya sebenarnya belum pernah ke curug-curug tersebut, karena jalur yang saya tempuh akan menuju ke air terjun Maribaya juga.

Terdapat dua buah goa peninggalan masa penjajahan, yakni Goa Belanda dan Goa Jepang. Goa Jepang terletak lebih dekat dari pintu masuk ketimbang Goa Belanda. Kondisi di dalam Goa Jepang masih kurang baik, kabarnya Goa ini dibangun melalui Romusha rakyat Indonesia dahulu, temboknya masih kasar. Dulu Goa Jepang digunakan untuk tempat perlindungan tentara Jepang, penyimpanan senjata perang, dan tempat peristirahatan pimpinan perang Jepang. Kondisi di dalam Goa Belanda lebih baik, dengan pintu masuk yang sudah memiliki pagar, kondisi tembok yang halus, memiliki ventilasi dan beberapa ruangan, serta rel dan penerangan (yang pastinya tidak menyala). Saran saya jika Anda hendak memasuki goa-goa ini sudah menyiapkan senter sendiri, atau akan ada jasa penyewaan yang ‘memaksa’ Anda nantinya.

Keluar dari Goa Belanda, cukup berjalan sedikit akan ada pangkalan ojek yang menawarkan Anda untuk melanjutkan perjalanan ke Maribaya. Nantinya juga akan ada taman dengan permainan anak-anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit. Di sana terdapat beberapa warung kecil dan saung, Anda dapat beristirahat sejenak di sana.

Biaya yang diperlukan:

Rp 8.000,00/orang (HTM)

Rp 3.000,00/senter (bisa minta mamangnya untuk menemani perjalanan sekaligus menjadi guide Anda)

*pengalaman saya pertengahan 2011

Maribaya

Di ujung trek dari Goa Belanda, Anda akan menemukan jembatan berwarna kuning-biru, di bawahnya terdapat air terjun bernama Curug Omas, salah satu objek wisata di kawasan Maribaya. Setelah melewati jalan itu akan ada pintu tiket lagi, sebenarnya saya bingung harus membayar lagi atau tidak, karena bertemu rombongan bule membayar akhirnya saya membayar lagi. Sepertinya itu adalah pintu masuk ke Maribaya, sedangkan saya datang dengan arah berbalik.

Di kawasan Maribaya ini terdapat tempat peristirahatan, sungai berair jernih yang akan bermuara ke Curug Omas dengan air terjun pendek yang sering dipakai mandi oleh pengunjung (air terjun itulah yang bernama Maribaya), taman bermain anak-anak, dan pemandian air panas. Dulu pemandian air panas ini terkenal, sampai dibukanya pemandian air panas di daerah Ciater. Pemandian air panasnya pun tidak terlalu luas kolamnya dan ketika saya ke sana tidak terlalu terurus, mungkin ketika peak season akan lebih terurus, dan seingat saya ada fasilitas sewa per kamar. Sejauh saya mengamati, sepertinya sekranag orang-orang lebih menikmati air terjunnya dibandingkan pemandian air panasnya.

Biaya yang diperlukan:

Rp 3.250/orang (HTM)

Rp 2.500/orang (Pemandian Air Panas)

*pengalaman pertengahan 2011

Cikole

Dari Ledeng menuju Lembang, Anda akan menemukan jalan dengan deretan pohon pinus di kanan-kiri jalan dan jika tidak pohon pinus, akan ada deretan rumah makan sate kelinci. Ada beberapa wilayah di Cikole yang biasa digunakan untuk tempat berkemah dan outbond. Salah satunya adalah “Cikole Jungle Park“, lokasi wisata yang berada di tengah hutan pinus. Di sana ada beberapa jenis penginapan, mulai dari model losmen sampai bungalow yang bergaya rumah tradisonal Sunda atau cabin. Di seberangnya juga masih satu pengelola, di sana digunakan untuk outbond dan camping. Outbond yang ditawarkan cukup lengkap, seperti flying-fox, paintball, ATV, jembatan gantung, berkuda, dan masih banyak lagi. Untuk area camping, ditawarkan penginapan berkonsep eksklusif kemping, dengan tenda dan semua peralatan termausk toilet dan BBQ yang telah disediakan oleh pihak pengelola, namun tetap ada camping dengan fasilitas standar.

Sebenarnya masih ada beberapa tempat camping lainnya, tetapi yang saya ingat namanya hanya itu. Untuk tarifnya saya kurang tahu, karena belum pernah mencoba. Jangan lupa menikmati sate kelinci dan jagung bakarnya ya. Untuk yang paling enak, saya kira semuanya memiliki kualitas rasa yang relatif sama. Untuk Anda yang merasa tidak tega memakan daging kelinci, coba jangan melihat kelincinya ketika dipotong, karena rasanya mirip daging ayam namun lebih lembut.

Ciater

Jika tidak macet, Anda hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai di pusat pemandian air panas ini. Wilayah ini sangat terkenal dengan pemandian air panasnya dan di sepanjang jalan banyak sekali terdapat penginapan dengan berbagai fasilitas yang berbeda. Coba Anda mengunjungi “Sari Ater Hotel & Resort“, di sana ada fasilitas pemandian air panas di sungai buatan dan kolam renang, penginapan berbagai jenis, berkuda, dan banyak sekali games adventure, seperti outbound dan offroad. Objek wisata ini memiliki fasilitas terlengkap jika dibandingkan yang lainnya, sehingga tak heran jika pengunjung pada saat peak season mencapai ribuan orang perharinya.

Biaya yang diperlukan:

Rp 19.000,00/orang (HTM gerbang utama)

sekitar Rp 20.000-an/orang (HTM pemandian air panas, ada banyak pemandian air panas) atau sekitar Rp 40.000-an/kamar (sewa kamar dengan kolam private)

untuk games adventure tidak lebih dari Rp 30.000/permainan/orang

untuk penginapan;

hotel pada peak season  Rp1.000.000++/malam (twinbed, tv, kamar mandi dengan bathtube dan air panas alami, makan 3x superlengkap di restoran hotel, kolam pemandian air panas khusus tamu hotel)

bungalow pada  peak season mulai dari Rp 2.000.000++/malam (fasilitas hampir sama dengan hotel, yang membedakan adalah jumlah kamar di dalam bungalow)

*pengalaman saya peak season libur lebaran 2012

Gunung Tangkuban Perahu, Lembang

Dari Jalan Raya Lembang, jalan ke arah pintu masuk objek wisata ini ada di sebelah kiri jalan jika Anda mengarah ke Subang. Berbeda dengan Kawah Putih, Ciwidey yang memiliki suhu yang cenderung sejuk walaupun di siang hari, wilayah kawah Gunung Tangkuban Perahu memilikiintensitas pancaran cahaya matahari yang lebih tinggi, sehingga tak heran jika pulang dari tempat ini pada siang hari Anda akan memiliki kulit yang agak belang.

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif dari deretan gunung yang mengelilingi Kota Bandung. Karena statusnya yang masih aktif, ada kalanya gunung ini menyemburkan fluida beracun dan tempat ini ditutup untuk umum. Gunung ini memiliki banyak kawah dengan beberapa kawah yang dapat dikunjungi. Kawah yang menjadi objek wisata adalah Kawah Ratu, di sana ada tempat parkir, rumah makan, tempat duduk, dan sederetan toko-toko kecil yang menjual anek cinderamata khas Tangkuban Perahu, seperti pajangan sampai belerang. Kawah lainnya yang dapat dikunjungi adalah Kawah Domas. Untuk mencapai kawah ini, Anda harus berjalan kaki sekitar 3km dengan medan mengelilingi bukit namun jalanan datar masih tanah. Lokasinya sebelum Kawah Ratu, terleyak di sebelah kanan jalan ke arah Kawah Ratu.

Jika datang ke tempat ini jangan lupa mencoba ulen, ya!

Biaya yang diperlukan:

Rp 13.000/orang (HTM wisatawan domestik)

*pengalaman saya quarter pertama tahun 2012

Kebun Strawberry, Lembang

Ketika sudah mencapai pusat Kota Lembang, akan ada banyak sekali penginapan dan biasanya Anda akan menemukan banyak perkebunan strawberry yang menawarkan wisata keluarga berupa memetik sendiri strawberry yang Anda suka langsung dari pohonnya. Tapi saran saya, sebaiknya wisata ini Anda lakukan bukan pada saat musim hujan, karena tanah yang basah akan membuat strawberry banyak yang busuk dan kurang segar.

Strawberry sendiri memiliki banyak sekali khasiat, selain karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi, Anda dapat mengolah strawberry untuk memutihkan gigi dan kulit. Kini olahan strawberry sudah banyak sekali dijual dan menjadi usaha kecil menengah warga Lembang, seperti selai, kerupuk, bahkan nasi goreng dan sambalnya pun terdapat strawberry di dalamnya. Tak hanya buahnya, ada pula oleh-oleh bantal berbentuk buah strawberry.

Biaya yang diperlukan:

mulai dari Rp 50.000,00/kg

mulai dari Rp 0,00/orang (HTM) tergantung tempatnya.

*pengalaman saya hampir setiap tahun sejak tahun 2007

Nah, sekian pengalaman yang dapat saya share dengan Anda. Kadang saya merasa agak perihatin kalau orang Indonesia kurang tahu dengan alamnya sendiri yang kadang ia banggakan. Wisata alam di Bandung tidak mahal kok. Paling tidak menambah pengetahuan Anda tentang Indonesia. Saran saya juga, luangkanlah waktu sedikit untuk berwisata bukan di saat peak season, karena biasanya objek wisata sangat sepi, dapat menguntungkan Anda karena tidak perlu beramai-ramai dengan orang lain, dan dapat menambah penghasilan pedagang sekitar objek wisata. Coba Anda bayangkan jika Anda menjadi pedagang di objek wisata, apakah Anda hanya butuh uang ketika pengunjung sedang ramai saja? Jelas tidak, tapi kalau bukan musim liburan, objek wisata biasanya sangat sepi, dari mana mereka mendapatkan uang untuk sehari-harinya?

Happy Holiday, pals!

2 thoughts on “[explore BDG] Bandung Utara

  1. My brother recommended I would possibly like this blog. He was entirely right. This put up truly made my day. You can not believe just how so much time I had spent for this info! Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s